7 Cara Mengatasi Sesak Napas untuk Pertolongan Pertama

Wecome Irwangustamanjaya di Website Kami!

Jakarta – 7 Cara Mengatasi Sesak Napas untuk Pertolongan Pertama

Sesak napas (sesak napas) adalah perasaan seseorang tidak mendapat cukup udara ke dalam paru-parunya. Sehingga timbul rasa sesak, sesak napas yang membuat Anda berusaha bernapas lebih keras.

Orang dengan kondisi medis tertentu mungkin mengalami masalah pernapasan serupa. Kesulitan bernapas seringkali merupakan keadaan darurat medis.

Oleh karena itu, pelajari cara mengatasi sesak napas berikut ini.

Ada beberapa tindakan pertolongan pertama untuk mengatasi mati lemas (setidaknya sampai layanan darurat tiba). Lakukan hal berikut pada korban sesak nafas: 1. Istirahat.

Laporan Very Well Health yang ditinjau secara medis oleh Michael Menna, MD, menyatakan bahwa korban harus segera dibius. Pasalnya, semakin banyak energi yang dilepaskan, maka semakin banyak pula oksigen yang dikonsumsi. Tempatkan korban pada posisi yang paling nyaman.

Setelah istirahat, biarkan penderita sesak napas berbaring, duduk, berdiri, atau mengambil posisi lain yang paling nyaman baginya. Benarkah Vitamin C Bisa Mempercepat Pemulihan Saat Sakit? Ini Penjelasan Dokter

Disarankan untuk mengangkat tangan di atas dada untuk melebarkan dada sebanyak mungkin.

Dalam jurnal tahun 2019 yang ditulis oleh Sarkar et al., Department of Pulmonary Medicine, Indira Gandhi Medical College, India, paramedis biasanya mengambil “posisi melangkah”, yaitu duduk di tepi tempat tidur atau di tepi kursi dan mencondongkan tubuh ke depan. . ditopang oleh tangan/siku di atas lutut.

Namun, hal ini bisa berbeda untuk setiap orang. Jadi, korban harus memutuskan sendiri posisi mana yang lebih nyaman. Cari pertolongan medis

Jika hal ini tidak membantu setelah beristirahat dalam posisi nyaman selama 2-3 menit, Anda dapat segera menghubungi layanan medis atau ambulans.

Hal ini dilakukan jika Anda merasa orang tersebut mengalami sesak napas parah. Gunakan oksigen

Jika korban mempunyai akses terhadap oksigen, gunakanlah. Biasanya, dokter memberi tahu korban dengan masalah paru-paru kronis bahwa terlalu banyak oksigen dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan lebih banyak masalah.

Oleh karena itu, penggunaan oksigen oleh korban saat mati lemas harus sesuai dengan petunjuk dokter.5. Obati sesuai penyebab sesak napas.

Sesak napas bisa disebabkan oleh banyak hal dan sebagian besar bisa diobati. Misalnya, penderita asma seringkali membawa berbagai peralatan dan obat untuk mengatasi sesak napas mendadak.

Sementara itu, korban infeksi paru-paru dapat berobat ke dokter. Ada juga korban serangan jantung yang mungkin memerlukan perawatan darurat segera. Dinginkan dengan kipas angin

Kutipan dari webMD: Udara sejuk dari kipas angin kecil dapat membantu mengatur pernapasan Anda. Oleskan ini pada wajah dan wajah Anda sampai pernapasan Anda membaik.7. Bernafas dengan bibir mengerucut

Teknik ini digunakan untuk memperlambat pernafasan agar korban tidak bekerja terlalu keras pada setiap pernafasan.

Teknik ini juga membantu mengeluarkan semua udara lama dari paru-paru sehingga memungkinkan lebih banyak udara segar masuk.

Untuk melakukan ini, hitung sampai 2 dan bernapaslah melalui hidung. Kemudian tutup bibir (seperti berciuman), lalu hembuskan melalui mulut selama 4 hitungan. Penyebab sesak napas

Sesak napas dapat disebabkan oleh berbagai penyakit dan kondisi (kelelahan akibat aktivitas normal, misalnya akibat latihan fisik). Namun penyebab sesak napas yang paling umum adalah penyakit jantung dan paru-paru.

Menurut Klinik Cleveland, faktor-faktor berikut dapat menyebabkan sesak napas: Masalah paru-paru dan saluran napas Pneumonia Asma Alergi menyelam Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) Penyakit pernapasan (bronkitis, seperti flu atau infeksi virus atau bakteri lainnya) Peradangan (pleuritis) atau cairan di sekitar paru-paru (efusi pleura). Cairan di dalam paru-paru (edema paru) atau jaringan parut (fibrosis). Kanker paru-paru atau mesothelioma pleura. Tekanan darah tinggi di paru-paru (hipertensi pulmonal). Sarkoidosis. TBC. Paru-paru kolaps sebagian atau seluruhnya (misalnya pneumotoraks atau atelektasis). Pembekuan darah. (emboli paru) Masalah jantung dan darah Gagal jantung Anemia Kondisi yang mempengaruhi otot jantung, seperti kardiomiopati Irama jantung tidak normal (aritmia) Peradangan di dalam atau sekitar jantung, seperti endokarditis, perikarditis, atau miokarditis Penyebab lain Cedera kecemasan yang membuat sulit untuk melakukan aktivitas jantung bernapas (misalnya patah tulang rusuk). Obat-obatan seperti statin (obat penurun kolesterol) dan beta-blocker (digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi). Suhu ekstrem, sangat panas dan dingin. Indeks massa tubuh (BMI) lebih besar dari 30 Kurang olahraga (peregangan otot) Sleep apnea, yang dapat menyebabkan paroxysmal nocturnal apnea (PND) Kontrol pernapasan

Menurut National Health Service (NHS), pernapasan terpandu memungkinkan pernapasan lebih nyaman dan lembut. 7 Cara Mengatasi Sesak Napas untuk Pertolongan Pertama

Teknik ini melibatkan relaksasi dada bagian atas, bahu, dan pernapasan dengan kecepatan normal sambil melatih dada bagian bawah.

Saat melakukan latihan ini, disarankan untuk duduk tegak, dan tidak membungkuk ke depan. Ikuti langkah-langkah berikut: Temukan tempat yang tenang untuk berlatih Duduklah dalam posisi yang nyaman dengan dukungan yang baik untuk leher, bahu, dan punggung Anda. Letakkan tangan Anda di pinggul, rilekskan bahu Anda dengan membuang napas (biarkan bahu Anda turun secara alami), letakkan tangan Anda di perut, lalu batuk ringan. Otot yang bisa Anda rasakan di bawah lengan adalah diafragma. Tarik napas perlahan, lalu rasakan perut Anda terangkat dari bawah tangan saat udara turun ke bagian bawah paru-paru. Pada saat yang sama, cobalah bernapas melalui hidung dan hembuskan perlahan. secara lisan. Kemudian hembuskan napas sebanyak dua kali selama Anda menarik napas.. Ingat, perut mengembang saat Anda menarik napas dan memendek saat Anda mengeluarkan napas.

Latihan ini bisa dilakukan beberapa kali sehari (usahakan bernapas 5-10 kali setiap kali) Kapan sebaiknya konsultasi ke dokter?

Menurut American Lung Association, konsultasikan dengan dokter jika orang yang terkena dampak mengalami salah satu gejala berikut: Sesak napas yang tidak terduga karena aktivitas, olahraga, atau kondisi medis. Sesak napas tidak membaik setelah pengobatan atau disertai gejala lain seperti nyeri dada. , sebaiknya segera ke rumah sakit.

Kesulitan bernapas dapat menimbulkan perasaan cemas dan panik yang sulit dikendalikan. Hal ini memperburuk pernapasan korban. Oleh karena itu, usahakan untuk tidak panik, tenangkan korban dan segera lakukan operasi penyelamatan.

Demikian penjelasan tentang pertolongan pertama dan langkah awal mengatasi sesak napas. Semoga ini bermanfaat! Simak video “6 Penyakit Saluran Pernafasan Akibat Polusi yang Paling Banyak Dipengaruhi BPJS” (khq/inf)