Angka Kematian Ibu di RI Tinggi, Bumil Wajib Tahu Pemicunya

Sugeng rawuh Irwangustamanjaya di Website Kami!

Jakarta – Angka Kematian Ibu di RI Tinggi, Bumil Wajib Tahu Pemicunya

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi dr Chamim Shobari Singoprawiro, SpOG(K) menyoroti tingginya angka kematian ibu (AKI) di Indonesia. Berdasarkan data sensus tahun 2020, angka kematian ibu sebesar 189.100 ribu jiwa. Apa Itu Catcalling? Disinggung Anies Terkait Kekerasan Perempuan Capai 3,2 Juta Kasus

Kematian ibu adalah kematian perempuan selama kehamilan atau kematian dalam waktu 42 hari setelah terminasi kehamilan, tanpa memandang lama kehamilan atau tempat melahirkan. Dr Chamim mengatakan kematian ibu di Indonesia “dikontribusikan” oleh hipertensi, pendarahan dan infeksi.

“Yang pertama karena hipertensi, sehingga ibu hamil bisa mengalami peningkatan tekanan darah secara tiba-tiba, kondisi ini disebut dengan preeklamsia. Kemudian perdarahan bisa disebabkan oleh pengobatan kehamilan yang tidak tepat, dan terakhir, infeksi ini biasanya disebabkan oleh perawatan yang tidak tepat. lingkungan lahir, misalnya, Selasa (02-06-2024), kata dr Chamim kepada detikcom.

Dia mengatakan kematian ibu itu bisa dicegah. Setiap aspek kematian ibu mempunyai metode pencegahannya masing-masing. Misalnya pada kasus hipertensi, hal ini dapat dicegah dengan pemeriksaan rutin prenatal care (ANC).

“Jadi selama hamil perlu dilakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin untuk memeriksa kondisi bayi yang dikandung dan juga kondisi ibu. Kemudian makanannya harus dikontrol. Kalau ada risiko darah tinggi, risiko kejang. , dll dinyalakan, barulah diberikan obat,” kata dr Chamim.

Dr Chamim menambahkan, dokter harus bisa memahami kondisi ibu sebaik mungkin. Jika teridentifikasi adanya risiko terhadap kehamilan, seperti perdarahan atau hipertensi, pengobatan mungkin lebih tepat atau Anda mungkin akan segera dirujuk ke dokter spesialis yang akan lebih memahami situasi yang mungkin dihadapi ibu atau janin di kemudian hari.

Pemeriksaan ANC rutin juga penting untuk mengetahui kebutuhan nutrisi ibu selama hamil. Bila nutrisi yang dibutuhkan sudah terpenuhi, maka bahaya berbagai penyakit bisa dihindari. Angka Kematian Ibu di RI Tinggi, Bumil Wajib Tahu Pemicunya

“Jadi pola makan yang baik, banyak protein itu baik. Baik juga untuk mencegah berbagai risiko penyakit pada bayi,” kata dr Chamim.

“Kalau pola makannya baik dan teratur, maka preeklampsia juga bisa dicegah. Kalau terus-menerus mengonsumsi karbohidrat bisa menyebabkan tubuh ibu kekurangan lemak dan nutrisi. Karbohidrat, protein, kolesterol, dan vitamin harus seimbang,” tutupnya. . . Tonton video “Apa itu hidung hamil?” (des/naf)