Bisnisnya dengan Raffi Ahmad akan Terdampak Kenaikan Pajak Hiburan, Rudy Salim Temui Bamsoet

Selamat datang Irwangustamanjaya di Website Kami!

Irwangustamanjaya SHOWBIZ – Presiden MPR RI dan Wakil Ketua Partai Golkar Bambang Soesatyo meminta pemerintah mempertimbangkan secara matang dampak kenaikan pajak hiburan terhadap industri hiburan. Ia menekankan perlunya penelitian dan diskusi ekstensif dengan investor hiburan guna menemukan solusi terbaik yang dapat menyeimbangkan kepentingan keuangan negara dan kelangsungan bisnis perusahaan hiburan. Bisnisnya dengan Raffi Ahmad akan Terdampak Kenaikan Pajak Hiburan, Rudy Salim Temui Bamsoet

Rudy Salim, pemilik klub PHANTOM – PIK 2, bersama Raffi Ahmad pun mengutarakan keinginannya untuk menaikkan pajak. Dalam pertemuan dengan Bambang Soesatyo, Rudy Salim menyatakan penolakannya terhadap kebijakan tersebut. Mari kita maju ke depan, oke? Ammar Zoni Bakal Ajukan Banding Usai Diputus Cerai dari Irish Bella

Menurut dia, kenaikan pajak hiburan dapat berdampak serius pada industri hiburan, membebani pelaku usaha dan berpotensi menimbulkan dampak negatif seperti kenaikan harga tiket dan penurunan daya beli masyarakat.

Sebelumnya, pengacara Hotman Paris Hutapea dan penyanyi dandut Inul Daratista juga mengkritisi kenaikan pajak hiburan, mengingat kebijakan tersebut dapat merugikan pengusaha dan masyarakat pada umumnya.

Rudy Salim, perwakilan perusahaan hiburan, mengingatkan kenaikan pajak dapat mempengaruhi harga tiket dan daya beli masyarakat.

“Misalnya, jika pelanggan datang dan membelanjakan 10 juta franc Rwanda, biaya layanan sebesar 10% akan dikenakan pada jumlah total, sehingga 11 juta yang harus dibayar pelanggan adalah 15,4 juta franc Rwanda”, Rudy Salim .

Bambang Soesatyo menekankan perlunya membuka ruang dialog yang luas yang mencakup seluruh pemangku kepentingan.

“Pemerintah dan DPR diharapkan membuka ruang diskusi yang luas dan relevan bagi semua pihak yang berkepentingan. Suara para pelaku hiburan harus terdengar jelas dalam proses pengambilan keputusan ini. mempertimbangkan berbagai faktor dan kepentingan yang ada”, Bamsoet.

Lebih lanjut, Presiden DPR RI ke-20 ini menjelaskan kenaikan pajak hiburan menimbulkan kontroversi di kalangan pelaku bisnis hiburan. Pasal 58 (2) Undang-Undang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah (UU HKPD) mengatur bahwa tarif Pajak Barang dan Jasa (PBJT) tertentu atas jasa non-hiburan yang disediakan di diskotik, karaoke, tempat hiburan malam, bar, dan lounge /spa. kurang dari 40 persen dan lebih dari 75 persen ditentukan.

Bambang Soesatyo juga membandingkan tarif pajak hiburan di Indonesia dan negara lain. Dia mencontohkan, Thailand hanya menggunakan pajak hiburan sebesar 5 persen untuk menarik wisatawan. Langkah-langkah tersebut telah diambil untuk mengurangi pajak atas minuman beralkohol dan tempat hiburan guna mempromosikan pariwisata di negara tersebut. Bisnisnya dengan Raffi Ahmad akan Terdampak Kenaikan Pajak Hiburan, Rudy Salim Temui Bamsoet

“Thailand kini menjadi negara ASEAN dengan jumlah wisatawan asing terbanyak. Pajak hiburan Indonesia naik hingga 40%, tertinggi di antara negara tetangga,” tutup Bamsoet.

Ia khawatir tingginya pajak hiburan di Indonesia bisa menurunkan citra negara dibandingkan negara tetangga yang pajaknya lebih rendah. Jelang Pilkada, Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Beri Pesan Kepada Prabowo-Gibran, Tak Hanya Masyarakat Biasa, Selebritis pun Juga Perhatikan Ketiga Kandidat Ini. Termasuk Raffi Ahmad dan Nagita Slavina yang setia mendukung calon 02 Irwangustamanjaya 9 Februari 2024