Butuh Perjuangan untuk Mentransformasi Budaya ke Digitalisasi

Wecome Irwangustamanjaya di Website Kami! Harga Oppo Reno 11 Series untuk Indonesia Diungkap, Bisa Tebak?

Irwangustamanjaya Tekno – PT Perkebunan Nusantara atau PTPN Group terus bergerak menuju modernisasi industri perkebunan. Perkebunan dan industri kelapa sawit yang biasanya dikontrol kini beralih ke digitalisasi. Pemanfaatan teknologi menjawab salah satu tantangan industri kelapa sawit dalam meningkatkan produktivitas dan keberhasilan perusahaan secara terukur, cepat dan akurat. Salah satunya PTPN V. “Kami memanfaatkan Internet of Things (IoT) untuk mendukung transformasi digital. Juga,” kata Jatmiko Santosa, CEO PTPN V. Ia menambahkan, PTPN V memanfaatkan pertanian jernih untuk mendukung pengelolaan perkebunan kelapa sawit sehingga dapat menerapkan manajemen biaya, pengendalian produksi, dan pengendalian penipuan secara efektif, serta inovasi di bidang lain. Misalnya pada aspek administrasi, PTPN V menggunakan portal bernama E-Office PTPN V. Platform ini berfungsi mengubah seluruh sistem administrasi menjadi digital dan paperless. “Digital merupakan bagian integral dari transformasi PTPN V. Di sini ada perjuangan menata dan mengubah budaya. Dari pemekaran ke integrasi. Dari yang manual ke digital yang lebih cepat dan lebih tepatnya,” tegas Jatmiko. PTPN V yang dipimpin oleh Jatmiko Santos sejak tahun 2019 telah mengalami perubahan signifikan dengan melakukan inovasi menggunakan digitalisasi sebagai katalis perubahan. Rencana transformasi digital telah dikembangkan empat tahun lalu dan saat ini perusahaan sedang dalam proses integrasi digital penuh melalui program EPlantation yang direncanakan selesai pada tahun 2024. Sejauh ini, berdasarkan penilaian INDI 4.0 (Indeks Kesiapan Industri 4.0 Indonesia) yang dilakukan Kementerian BUMN, PTPN V menjadi salah satu perusahaan klaster Perkebunan yang sudah matang dalam kesiapan menuju Digitalisasi di Era Industri 4.0. Beberapa inovasi IoT yang diproduksi oleh PTPN V telah menjadi acuan berbagai anak perusahaan Holding Perkebunan, seperti Millena (Mill Excellence Indicator) atau monitoring operasional pabrik berdasarkan sensor, tank management, atau monitoring. . (CPO) di tangki penyimpanan. Selain itu, PTPN V juga memiliki Fleet Management sebagai alat untuk memantau pengiriman CPO dari pabrik ke pelabuhan FOSS Nir, sebuah IoT, untuk memantau kualitas dan kehilangan CPO dengan cepat. Lalu ada Suplesi DAN, Autotec, dan terakhir Nusaklim, Ombudsman di perkebunan. Untuk itu, PTPN V berhasil meraih tiga penghargaan sekaligus pada Indonesia Innovation Digital Innovation and Achievement Award 2023. Penghargaan tersebut diraih PTPN V setelah sukses melakukan transformasi melalui penerapan Internet of Things (IoT) untuk membantu kolektif. Digitalisasi dalam empat tahun terakhir. Tiga penghargaan yang diraih PTPN V adalah ‘Best Total Digital Innovation and Achievement 2023’ dan ‘Best Digital Technology and 2023 IoT Implementation in Agriculture’, serta satu penghargaan diberikan kepada Jatmiko Santosa pada kategori ‘Best CEOs in Digital Innovation and Achievement tahun 2023. Cara Anak Usaha Telkom ‘Mempromosikan’ Transformasi Digital Nuon Digital Indonesia, anak usaha digital entertainment dan gaya hidup, Telkom optimistis mendorong transformasi digital melalui inovasi dan peluang. Irwangustamanjaya 8 Februari 2024 Butuh Perjuangan untuk Mentransformasi Budaya ke Digitalisasi

Butuh Perjuangan untuk Mentransformasi Budaya ke Digitalisasi