Curhat Pedagang Nggak Dapat Untung Gegara Harga Beras Makin Mahal

Selamat datang Irwangustamanjaya di Situs Kami!

Jakarta – Curhat Pedagang Nggak Dapat Untung Gegara Harga Beras Makin Mahal

Jelang Isra Miraj dan Tahun Baru 2024, harga beras premium naik di atas Rp 15.000/kg di banyak pasar di Jakarta Selatan. Beberapa pengecer berencana untuk melawan situasi ini, namun yang lain sudah menyerah.

Detikcom mengunjungi dua pasar di Jakarta Selatan pada Kamis (8/2/2024). Menurut sejumlah pedagang, harga beras, khususnya jenis premium, mengalami kenaikan dalam dua pekan terakhir. Berdasarkan pantauan di lapangan, harga diatas Rp 15.000/kg.

Percy, salah satu pedagang di Pasar Kebayoran Lama, menjelaskan kenaikan harga beras awal terjadi sejak dua pekan lalu. Pada minggu ketiga Januari harga beras premium berkisar Rp 15.300/kg, namun kini sudah mencapai Rp 15.800/kg. Resmi Dikukuhkan, Ini yang Akan Dilakukan Pengurus Baru AEI

“Harga satu kilogram Beras IR 64 (premium) 15.800/kg. Rata-rata pedagang sekarang menjualnya dengan harga segitu. Apalagi di pedesaan yang Rp 15.000,” jelasnya saat ditemui. oleh detikcom.

“IR 64 tipe Pullen. Dan IR 42 tipe Pera sekarang 15.700/kg. Untuk tipe medium Rp 15.100/kg,” jelasnya.

Percy sendiri menjelaskan kenaikan tersebut terjadi di tingkat distributor. Namun, ia mengaku banyak mendapat keluhan dari konsumen, khususnya pelanggan tetap, karena hal tersebut.

Percy mengambil beberapa langkah untuk mengatasi hal ini. Pertama, Anda mencoba menjelaskan situasinya kepada konsumen. Pada cara kedua, Percy mengaku menjual beras tersebut dengan kerugian.

“Banyak yang mengeluh pendaftarannya diketahui. Tapi kalau uangnya ditambah, mereka tidak kabur? Makanya kita jaga harganya. Saya jual rugi,” ujarnya.

Percy mengaku sudah menyiapkan nasinya jauh-jauh hari agar tidak terbuang terlalu banyak. Hal ini dilakukan untuk mengurangi volatilitas harga beras.

Pasalnya, Percy memperkirakan harga beras akan anjlok saat libur Isra Miraj dan Imlek 2024 usai. Harga beras diperkirakan akan turun signifikan pasca pemilu 2024.

“Saya coba kumpulkan di awal bulan yang banyak, dan setelah pemilu dan hari raya selesai, saya coba kumpulkan lagi. Jadi saya tidak beli banyak. Katanya, sisa kemarin saya jual,” karena saya yakin setelah pemilu harga akan turun, jika saya membeli barang mahal maka harganya akan turun. Tentu saja kami tidak akan kalah, katanya.

Sementara itu, Fitri, salah satu penjual di Pasar Santa, Kebayoran Baru, Toko Mustopa menjelaskan, tokonya tidak berusaha menyelesaikan situasi yang terjadi saat ini. Langkahnya adalah mencoba menjelaskan situasinya kepada pelanggan.

Fitri mengaku tidak mencoba menyimpan beras tersebut lebih awal karena khawatir kualitas beras akan menurun jika disimpan dalam waktu lama.

“Kami tidak pernah menggunakan cara seperti itu, kami mengumpulkannya setiap hari, tapi itu sudah cukup. Kita mengalir saja,” jelasnya.

Di toko tersebut, Fitri mengaku menjual beras kualitas tinggi dengan harga Rp 15.000/kg. Harga tersebut naik Rp 2000 dibandingkan dua minggu lalu. Curhat Pedagang Nggak Dapat Untung Gegara Harga Beras Makin Mahal

“Beras saya Rp 15.000/kg, tadinya Rp 13.000 per kilogram. Dua minggu lalu harganya lebih mahal, kita berharap harga beras segera turun karena pelanggan banyak yang mengeluh,” ujarnya.

Berdasarkan data Panel Harga Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) pukul 12.30 WIB Kamis (8/2), harga beras kualitas tinggi cenderung meningkat pada akhir Januari hingga Februari.

Di DKI Jakarta, rata-rata harga beras meningkat dari Rp15.100/kg (Januari) menjadi Rp15.670/kg (Februari). Selanjutnya secara nasional, harga rata-rata beras premium diperkirakan Rp 15.640/kg, dengan harga tertinggi di Papua Tengah (Rp 23.390) dan harga terendah di Gorontalo (Rp 14.520). (kunci/kunci)