‘Dipatahkan’ Ganjar, Program Makan Gratis Prabowo Telan Rp 460 T

Wecome Irwangustamanjaya di Website Kami!

Jakarta – ‘Dipatahkan’ Ganjar, Program Makan Gratis Prabowo Telan Rp 460 T

Pada debat calon presiden terakhir tadi malam, calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto menanyakan kepada calon presiden nomor urut 3 Ganjara Pranowo tentang program makan gratis. Prabowo bertanya kepada Ganjaro apakah dia setuju dengan program makan gratis untuk anak-anak untuk mengatasi stunting?

Di sini Ganjar menyatakan tidak setuju. Pasalnya, menurut Ganjar, program makan siang gratis yang diusung Prabowo tidak menyelesaikan permasalahan keterbelakangan pertumbuhan Indonesia. Ganjar menilai program makan gratis ini tidak tepat sasaran. Forum Ekonom Indonesia Beberkan 9 Poin yang Wajib Diperhatikan Pemerintah dan Capres-Cawapres, Apa Saja?

“Kalau kamu memberi makan pada anak agar tidak tertinggal pertumbuhannya, saya sama sekali tidak setuju dengan kamu karena kamu terlambat,” jawab Ganjar.

Ganjar berpendapat, untuk mencegah terhambatnya pertumbuhan, perlu diberikan nutrisi yang baik pada anak selama masih dalam kandungan. Oleh karena itu, menurutnya program makan gratis lebih cocok untuk ibu hamil, berapa anggaran program makan gratis tersebut?

Dalam acara Trimegah Political and Economic Outlook 2024 di Ritz-Carlton Pacific Place, Rabu (31/1), Prabowo memperkirakan pelaksanaan program pembagian makan siang gratis ini membutuhkan anggaran sekitar Rp460 triliun.

“Sekitar Rp 460 triliun atau lebih. Pasti semua orang bertanya, uangnya dari mana? Dalam APBN saat ini, alokasi bansosnya Rp 495 miliar, hampir Rp 500 miliar. Bukankah itu termasuk bansos? ? Jawabannya sederhana sekali. Ada tambahan pendidikan Rp 660 miliar. Saya tanya, bukankah memberi makan anak sekolah itu bagian dari sektor pendidikan?” kata Prabowo, di acara tersebut.

Lalu, dalam debat tadi malam, Prabowo membeberkan alasan program makanan bergizi gratis karena menurutnya pendapatan masyarakat Indonesia banyak yang masih Rp 1 juta per bulan.

Menurutnya, jika tidak ada bantuan pangan tentu akan menyulitkan masyarakat yang berpendapatan rendah. Selain itu, dengan pemberian bantuan pangan bergizi, kata Prabowo, juga bisa mengentaskan kemiskinan.

“Jadi kita harus turun tangan, kita harus bantu pangan. Itu mengentaskan kemiskinan karena masyarakat kita banyak yang berpenghasilan Rp 1 juta sebulan. Jadi kalau tidak bantu pangan, anak-anaknya susah sekali,” tuturnya. kata tadi malam.

Sementara total anggaran yang dibutuhkan untuk program makan siang gratis ini diperkirakan mencapai Rp 460 triliun. Program ini juga ditujukan untuk membantu anak-anak di Indonesia yang kesulitan mendapatkan susu.

Dalam catatan detikcom, Dewan Pakar TKN Prabowo-Gibran, Panji Irawan menyebut anggaran ratusan triliun itu akan bersumber dari pajak. Ia mengaku akan memaksimalkan anggaran dari sumber pajak yang saat ini disebut-sebut banyak bocor.

“Pak Prabowo punya cita-cita memberikan makanan dan susu bergizi kepada anak kecil, ibu hamil. Tentu ini butuh biaya. Sudah kita hitung. Jadi angkanya mungkin mencapai ratusan triliun, tapi kita hitung juga ada. mengumpul “Masih banyak kebocoran pajak,” kata Panji saat debat tim calon presiden di Graha CIMB Niaga, Jakarta, Kamis (9/11/2023) lalu. ‘Dipatahkan’ Ganjar, Program Makan Gratis Prabowo Telan Rp 460 T

Untuk meningkatkan penerimaan pajak, Prabowo-Gibran memiliki program prioritas bernama pembentukan badan pendapatan negara. Keberadaan lembaga baru ini disebut-sebut akan melahirkan sumber-sumber pajak baru.

“Pak Prabowo-Gibran punya program prioritas yaitu memperbaiki sistem penerimaan negara dengan membentuk badan penerimaan negara. Masih banyak yang bisa dikacaukan dari sisi penerimaan, tidak hanya pajak tapi juga penerimaan bukan pajak. bermain-main di sana,” katanya. (fdl/fdl)