Mengapa Terdapat Larangan Menikah di Bulan Suro? Ini Penjelasannya

Sugeng rawuh Irwangustamanjaya di Website Kami!

Irwangustamanjaya Edukasi – Melarang pernikahan di bulan Sura atau bulan Asyura atau bulan Muharram sudah menjadi adat istiadat sebagian masyarakat Jawa. Mengapa Terdapat Larangan Menikah di Bulan Suro? Ini Penjelasannya

Anggur Lama dalam Bejana Baru: Usaha Kecil Guru Erfan Lestarikan Sastra di Manggarai Timur

Terdapat penelitian mengenai praktik larangan menikah di bulan Sura, dalam Perspektif URF (2017) dijelaskan situasi larangan menikah di bulan Sura. Penelitian tersebut dilakukan Zainul Ula Syaifudin, mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, seperti dilansir dari laman resmi kampus, Senin 17 Juli 2023.

Secara filosofis, perilaku masyarakat ini merupakan bentuk penghormatan terhadap peristiwa besar yang terjadi di bulan Sura atau Muharram. Salah satu persoalan pokoknya adalah pembunuhan 72 anak keluarga Nabi oleh para pengikutnya, yang ditandai dengan meninggalnya Sayyidina Husein dan restu Khalifah Yazid bin Mu’awiyah.

Jika merayakan atau merayakan pada bulan Sura dianggap tidak menghormati leluhur. Jadi, waktu yang kita miliki lebih baik dihabiskan untuk mengkhawatirkan atau meratapi permasalahan besar di balik bulan Sura.

Berbicara di situs resmi Nahdlatul Ulama (NU), Ketua Pengurus Daerah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar juga mengungkap filosofi tradisional pelarangan pesta di bulan Asyura atau bulan Muharram. Larangan menghormati keluarga Rasulullah SAW yang ditinggalkan.

“Larangan mengadakan pesta atau acara besar di bulan Asyura merupakan bagian dari adat istiadat kami para habaib. Pada bulan itu, masyarakat termasuk habaib berduka,” jelasnya.

Dijelaskannya, Muharram merupakan bulan mengasuh anak dan cucu Nabi Muhammad SAW. Sebab, cucu Nabi Muhammad SAW, Husain bin Ali bin Abi Thalib dianiaya dan dibunuh. Jadi Asyura dianggap sebagai bulan berkabung. Prabowo Kepada Warga Sidoarjo: Minta Izin Membangun Masa Depan Presiden (capres) orang nomor dua Prabowo Subianto meminta warga Jawa Timur, khususnya Sidoarjo, memberinya kekuasaan untuk menjadi Presiden RI berikutnya. HIDUP. co.id 9 Februari 2024 Mengapa Terdapat Larangan Menikah di Bulan Suro? Ini Penjelasannya