Protes Label Indie: Royalti Spatial Audio Apple Music cuma Untungkan Pemain Besar

Sugeng rawuh Irwangustamanjaya di Website Kami!

Irwangustamanjaya, Jakarta – Rencana baru Apple untuk memberikan royalti yang lebih besar kepada artis yang menyediakan audio spasial telah membuat marah banyak label indie. Protes Label Indie: Royalti Spatial Audio Apple Music cuma Untungkan Pemain Besar

Mereka berpendapat bahwa ini berarti potensi keuntungan mereka hilang bagi perusahaan yang memiliki sumber daya lebih banyak.

Seperti dilansir Engadget pada Selasa (6/2/2024), Apple bulan lalu mulai menawarkan royalti 10 persen lebih tinggi kepada artis yang merilis lagu dalam format audio spasial di Apple Music.

Namun pendanaan ini berasal dari sumber uang yang sama yang digunakan untuk membayar artis yang tidak menawarkan format tersebut.

Audio spasial diproduksi menggunakan teknologi Dolby Atmos dan, menurut eksekutif yang berbicara kepada Financial Today, biaya produksinya sekitar $1.000, atau lebih dari $16 juta per lagu.

Dari sini kita dapat menyimpulkan bahwa harga sebuah album akan sepuluh kali lebih tinggi. Jumlahnya akan jauh lebih besar jika dikalikan dengan ratusan atau ribuan album yang mungkin dimiliki label tersebut. Hari Ini 4 Tim Indonesia Berlaga di Final 2022 PMPL SEA Championship Fall

Financial Times mewawancarai eksekutif dari Beggars Group, Secretly dan Partisan Records, label rumahan yang mewakili artis seperti Vampire Weekend, Phoebe Bridgers, dan lainnya.

Salah satu eksekutif mengatakan: “Jika [kebijakan ini] membatasi antara 5 dan 10 persen penjualan global Anda, itu bukan karena lagu-lagu tersebut tidak dibawakan, melainkan karena Anda kehilangan uang dan uang itu disalurkan ke Universal, perusahaan terbesar. dunia.” pemain. Dunia, pasar kita, akan runtuh.”

Ia mengatakan sangat sulit menghasilkan uang dari streaming. Itu sebabnya mereka (label indie) berencana bertemu dengan Apple dengan harapan bisa mencapai kesepakatan yang lebih baik.

Di sisi lain, Apple menjadi satu-satunya perusahaan teknologi yang masih ragu memasuki pasar smartphone layar lipat.

Bahkan, Apple santer dikabarkan meluncurkan lini pertama ponsel layar lipatnya hampir tiga tahun lalu.

Sejauh ini, perusahaan yang bermarkas di Cupertino, AS itu belum mau membeberkan apa pun soal ponsel layar lipatnya.

Namun, hal ini tampaknya mulai berubah. Menurut GSM Arena, ponsel layar lipat besutan Apple ini akan mulai dipasarkan pada Senin (5/2/2024), 2026 atau 2027.

Informasi ini dipublikasikan oleh sumber anonim di Korea. Ponsel Apple ini konon akan memiliki layar utama berukuran 7 inci atau 8 inci.

Dengan ukuran tersebut, ponsel Apple ini berpotensi menggantikan jajaran iPad Mini di pasaran dalam beberapa tahun ke depan.

Sayangnya spesifikasi dan bentuk ponsel baru Apple ini belum terungkap. Rumornya, baik Samsung Display maupun LG Display telah menyediakan contoh panel layar lipat dalam ukuran 6 inci dan 7 inci.

Jika Apple memutuskan untuk memperkenalkan ponsel dengan layar lipat, kemungkinan besar perusahaan tersebut akan menggunakan layar Samsung.

Hal ini didasarkan pada pengalaman Samsung Display sebagai pemasok utama ponsel layar lipat Samsung seperti Galaxy Z Flip dan Galaxy Z Fold.

Tidak menutup kemungkinan juga perusahaan yang didirikan Steve Jobs ini akan memperluas lini produk layar lipatnya jika ponsel besutannya sukses di pasaran.

Maka tak heran jika Apple meluncurkan produk layar lipat berukuran 20,25 inci pada tahun 2028. Protes Label Indie: Royalti Spatial Audio Apple Music cuma Untungkan Pemain Besar

Apple dikabarkan mulai menerapkan teknologi AI generatif pada seri iPhone terbarunya. Hal itu diungkapkan CEO Apple Tim Cook dalam pertemuan dengan investor usai rilis laporan keuangan tahunan perusahaan.

Mengutip informasi dari GSM Arena, Tim Cook dalam pertemuan Sabtu (2/3/2024) mengatakan topik AI generatif akan dibahas akhir tahun ini. Penerapan AI generatif ini diduga kuat akan diterapkan di iPhone 16.

Oleh karena itu, kemungkinan besar Apple akan membahas teknologi ini lebih detail pada acara WWDC pertengahan tahun 2024 sebelum perusahaan secara resmi mengumumkan jajaran iPhone 16 yang biasanya berlangsung pada bulan September.

Lebih lanjut, kehadiran AI generatif di iPhone 16 juga diperkuat dengan bocoran iOS 18. Seperti diketahui, iPhone 16 kemungkinan besar akan langsung menjalankan iOS saat dirilis.

Kini, jurnalis Bloomberg Mark Gurman membocorkan bahwa iOS 18 akan membawa banyak perubahan besar pada sistem operasinya. Salah satunya adalah peningkatan fitur Siri.

Menurut laporan tersebut, Apple akan menghadirkan kemampuan AI generatif ke iOS menggunakan LLM (Large Language Model) miliknya sendiri. Dukungan AI generatif ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan Siri dan beberapa aplikasi lain seperti Messages, Apple Music, Pages, Keynote, dan Shortcuts.