Ganggu Moral Anak, DPR AS Desak Mark Zuckerberg Benahi Meta

NEW YORK – CEO Meta Mark Zuckerberg meminta maaf kepada keluarga yang menuduh situs jejaring sosial tersebut merugikan anak-anak mereka dalam sidang Senat kemarin.

Mark Zuckerberg, yang menjalankan perusahaan induk untuk platform media sosial Instagram dan Facebook, berbicara kepada hadirin sebelum mengatakan bahwa “tidak seorang pun harus mengalami apa yang mereka alami.”

Menurut BBC, Kamis (1/2/2024), dia dan banyak CEO perusahaan media sosial besar lainnya, termasuk TikTok dan Snap, tidak melindungi anak-anak secara online. platform.

Di belakang kelima taipan teknologi tersebut terdapat keluarga-keluarga yang mengatakan bahwa anak-anak mereka merugikan diri mereka sendiri, dan bahkan ada yang melakukan bunuh diri, karena konten media sosial. Mereka bertepuk tangan ketika para senator mengajukan pertanyaan sulit.

Senator Partai Republik Ted Cruz kemudian memposting pesan di Instagram yang memperingatkan pengguna terhadap pelecehan seksual terhadap anak-anak di Instagram, tetapi situs sosial tersebut terus menampilkan konten tersebut.

– Bagaimana menurut Anda, Tuan Zuckerberg? Cruz Zuckerberg bertanya sebelum berjanji untuk meninjau ulang peringatan tersebut.

Florida Larang Anak Umur di Bawah 16 Tahun Gunakan Medsos

FLORIDA – Florida akan menjadi negara bagian pertama di Amerika Serikat (AS) yang melarang anak di bawah 16 tahun menggunakan media sosial.

Seperti dilansir Daily Mail, Minggu, rancangan undang-undang (RUU) tersebut diajukan ke Majelis Nasional pada Rabu pekan lalu setelah mendapat persetujuan mayoritas melalui pemungutan suara anggota Majelis Nasional.

Jika disetujui, operator media sosial seperti Meta dan TikTok harus menghapus akun anak di bawah umur di Florida dan mencegah mereka membuat akun baru meskipun dengan izin orang tua.

Jika platform media sosial melanggar aturan, mereka harus membayar ganti rugi hingga $10.000 kepada penggugat.

RUU tersebut mengklaim bahwa platform media sosial dapat membahayakan kesehatan mental anak-anak, sementara perusahaan yang mengoperasikannya menciptakan fitur-fitur yang membuat ketagihan.

Julia Friedland, wakil sekretaris pers Gubernur Florida Ron DeSantis, mengatakan RUU tersebut masih harus melalui proses legislatif.

“DeSantis akan meninjau undang-undang tersebut setelah diselesaikan dan diserahkan ke kantor kami,” kata Friedland.

Penyakit Kelamin Sifilis Sudah Ada di Amerika Sejak 2.000 Tahun Lalu

LIMA – Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature pada Januari 2024 menemukan bahwa sifilis kelamin sudah ada di Amerika Selatan setidaknya 2.000 tahun yang lalu.

BACA JUGA – Penyakit Kronis Diktator, Hitler Parkinson Mussolini Sifilis

Penelitian ini dilakukan oleh para ilmuwan dari Universitas Zurich di Swiss, yang menentukan urutan genom bakteri Treponema pallidum penyebab sifilis, dari tulang manusia prasejarah yang ditemukan di gua Lapa do Santo di Brasil.

Genom T. pallidum dianalisis dari sisa-sisa manusia prasejarah menggunakan teknik DNA purba.

Hasil analisis menunjukkan bahwa strain T. pallidum yang ditemukan di gua Lapa do Santo sangat mirip dengan strain T. pallidum penyebab sifilis di Amerika Selatan saat ini.

Hal ini menunjukkan bahwa ular kobra telah ada di Amerika Selatan selama ribuan tahun dan berevolusi secara perlahan selama waktu tersebut.

Penemuan ini memberikan pencerahan baru tentang sejarah sifilis. Hingga saat ini, para ilmuwan meyakini bahwa penyakit sipilis berasal dari Eropa dan dibawa ke Amerika oleh penjajah Spanyol dan Portugis pada abad ke-16. Namun penemuan ini menunjukkan bahwa sifilis muncul di Amerika Selatan jauh sebelum kedatangan orang Eropa.

Temuan ini juga mempunyai implikasi penting untuk memahami penyebaran sifilis. Hal ini menunjukkan bahwa sifilis bisa saja menyebar secara alami di Amerika Selatan tanpa memerlukan kontak dengan orang Eropa.

Hal ini akan membantu para ilmuwan mengembangkan strategi efektif untuk mencegah penyebaran sifilis.

Beberapa poin penting dari penelitian ini: