Cuaca Ekstrem Bukan Fenomena Alam Biasa, Peneliti BRIN Usul Dibentuk Komite Khusus

Irwangustamanjaya – Cuaca ekstrem sudah tidak bisa lagi dianggap sebagai fenomena alam, karena pemanasan global kini sudah mencapai titik didih atau titik didih global, dan akan mempengaruhi cuaca dan iklim dunia. Salah satu langkah yang harus diambil untuk menilai risiko bencana adalah dengan membentuk Komite Cuaca Ekstrem.

“Cuaca buruk harus dilihat dari sudut pandang perubahan iklim global, karena terjadi peningkatan, dan isu ini juga telah dibahas oleh World Economic Forum sebagai ancaman nomor satu yang menghancurkan perekonomian negara,” kata peneliti iklim tersebut. Berada di tengah. Badan Penelitian, Penelitian dan Inovasi Iklim (BRIN), Erma Ulihustin, Jumat 2 Februari 2024.

Erma menegaskan, buruknya cuaca dan iklim yang mengancam wilayah Indonesia tidak bisa dibiarkan begitu saja. Menurut Erma, keadaan dunia saat ini sudah luar biasa dan membuat fenomena alam kembali alami.

“Terorisme semakin meningkat dan harus diatasi. Jika sebelumnya pendekatan kita hanya satu cara atau satu hal, kini kita harus mengubahnya,” kata Erma. Erma menguraikan salah satu cara untuk mengubah hal ini dengan membentuk Komite Cuaca Ekstrem. Bagi komite ini, efisiensi dan koordinasi adalah hal yang paling penting.

Meskipun ada organisasi yang menangani masalah cuaca ekstrem seperti BMKG di Indonesia, bantuan dan pendidikan masih kurang dan masyarakat masih menganggap cuaca ekstrem adalah hal yang normal.

Situasi lain yang dikhawatirkan Erma adalah perbedaan penanganan gempa dibandingkan cuaca buruk di Indonesia. Ia yakin bahwa cuaca ekstrem tidak banyak dibicarakan di sekolah, sehingga menyebabkan masyarakat mengabaikan bahaya seriusnya.

Pada April 2021, Topan Seroja melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan cuaca buruk yang menyebabkan ratusan korban jiwa. Topan Seroja menimbulkan angin kencang, tanah longsor, dan banjir.

“Cuaca ekstrem ini berbahaya, tapi pemahaman kita belum. Makanya perlu kesuksesan dan ide-ide bagus menghadapi cuaca ekstrem ini,” kata Erma seraya menegaskan, panitia cuaca adalah usulan yang paling bijak.

Erma meyakini jika dibentuk Komite Cuaca Ekstrem maka pembahasan mengenai cuaca ekstrem akan jauh lebih mudah karena koordinasi dan tugas pokoknya jelas. “Masih misalnya penilaian yang dilakukan BMKG hanya diberikan kepada masyarakat tertentu dan tidak dipublikasikan,” kata Erma. Erma mengatakan, kondisi ini disebabkan karena masyarakat sudah lama tidak mendapat pendidikan khusus tentang iklim, berbeda dengan penanganan bencana gempa bumi.

Lebih lanjut, Erma kembali menegaskan bahwa komite cuaca buruk yang ia bayangkan tidak akan hanya terfokus pada tingkat nasional. Di tingkat nasional, menurutnya, sama dengan lembaga dan kementerian yang sudah dibentuk sekarang. Erma menginginkan adanya komite yang benar-benar inklusif dan khusus membahas dan mengedukasi dampak cuaca buruk ini.

“Jadi tidak perlu terpusat di tingkat nasional, kerjanya harus terkoordinasi, bisa juga dimulai dari yang kecil, misalnya di tingkat daerah, siapa tahu daerah yang cuacanya buruk mulai dulu, baru banyak daerah lain yang menyusul. mengalir,” kata Erma.

Selalu perbarui informasi baru. Dengarkan berita terkini dan berita pilihan dari Irwangustamanjaya di saluran Telegram “Irwangustamanjaya Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu menginstal aplikasi Telegram terlebih dahulu.

Tahun Baru Imlek selalu identik dengan hujan pagi. Bagaimana pendapat BMKG dan BRIN? Baca selengkapnya

BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk Jawa Tengah dan 26 wilayah lainnya hari ini. Baca selengkapnya

Peneliti BRIN memperkirakan akan terjadi hujan lebat dan banjir bersamaan dengan Panthura. Hal ini dipengaruhi oleh monsun Asia. Baca selengkapnya

Model prakiraan curah hujan di Jakarta, Gresik (Jawa Timur), serta Pati dan Rembang (keduanya di Jawa Tengah) menunjukkan peningkatan yang signifikan pada awal Februari. Baca selengkapnya

Peringkat 10 universitas teratas yang didanai RIIM dihitung dari total jumlah proposal yang masuk ke BRIN pada tahun lalu. Baca selengkapnya

BRIN mengubah rencana pembayaran dana penelitian tersebut dengan menyatakan bahwa hal tersebut akan mengatasi keluhan para peneliti selama ini. Baca selengkapnya

Terakhir, BRIN mengeluarkan pernyataan resmi terkait sanksi pelanggaran etika berat yang dilakukan penelitinya. Baca selengkapnya

Peneliti Israel meyakini kepala burung hantu bisa berputar 360 derajat, lihat hasil penelitian yang dipublikasikan di jurnal tersebut. Baca selengkapnya

Prakiraan cuaca BMKG menunjukkan kemungkinan terjadinya cuaca buruk menjelang libur panjang peringatan Isra Miraj dan Tahun Baru Imlek 2024. Lihatlah peta distribusi regional! Baca selengkapnya

Hujan dini hari di Jakarta dan hujan sepanjang hari akan segera berakhir. Cek prakiraan cuaca dari BMKG. Baca selengkapnya