Ganjar-Mahfud Pakai Jaket Varsity di Debat Capres Terakhir, Ini Artinya

Batavia –

Wakil Presiden Nomor Urut 3 Ganjar Pranowo dan Mahfud MD kembali tampil dengan busana senada di bagian akhir Debat Capres.

Seperti penampilan mereka di Konferensi Presiden-Cawapres lalu, Ganjar-Mahfud menjadikan produk lokal sebagai salah satu cara untuk menunjang perekonomian umat manusia, agar tetap berdaya saing.

Kali ini Ganjar-Mahfud tampil mengenakan jaket mahasiswi rancangan brand lokal Raw Type Riot asal Bandung.

Bukan sekedar jaket, pakaian ini dinilai dengan metode penilaian Ganjar-Mahfud yang disampaikan oleh para rektor, guru besar, dan dosen dari universitas ternama yang bertugas menjaga etika dan moral dalam politik serta menjaga demokrasi.

Selain logo nomor 3 dan tulisan Sat Set, Tas Ujian yang keduanya merupakan produk, jaket hitam putih lengkap dengan tulisan program promosi karya: Internet Gratis, Wanita Progresif, Hit KKN, Sakti KTP. Dijelaskan Bantuan Masyarakat, Pengurus Pembangunan, Guru Pengajian dan Doktor Agama Lain, 17 juta, satu desa, satu puskesmas, satu nakes, satu keluarga miskin, satu pelajar, dan digitalisasi sistem.

Pendukung pertandingan Ganjar-Mahfud kaget.

“Selalu tampil keren dan berbeda nomor 3,” ujar netizen.

“Jujur saya selalu menantikan apa yang akan digunakan Ganjar dan Mahfud musim ini,” ujar salah satu warganet.

“Pakunya tidak asal-asalan, selain membantu kreativitas lokal, selalu ada pesannya,” sahut yang lain.

Debat yang digelar pada 4 Februari 2024 ini merupakan babak final Pilpres 2024. Debat yang berlangsung 10 hari jelang Pemilu 2024 ini digelar di Convention Center Batavia.

Topik Debat Presiden terakhir adalah Kesejahteraan Sosial, Kebudayaan, Pendidikan, Teknologi Informasi, Kesehatan, Ketenagakerjaan, Ketenagakerjaan dan Inklusi. Simak video “Kementerian Kesehatan Ingin Bahas UU Kesehatan di Debat Terakhir Pilpres” (rns/rns)

Rencana Prabowo Percepat Produksi Dokter, Bangun 300 FK hingga RS Modern

Jakarta –

Calon Presiden nomor urut 02 Prabava Subianta menegaskan pihaknya akan menambah jumlah sumber daya manusia di bidang kesehatan. Menurut dia, masih kekurangan 140.000 dokter spesialis di Indonesia.

Oleh karena itu, rencana Prabov untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menambah jumlah fakultas kedokteran. Kini tinggal 20 FC yang siap meluluskan dokter spesialis. Targetnya ke depan jumlah FC bisa melebihi 200 institusi.

“Di bidang kesehatan, kita akan membangun rumah sakit modern di setiap kabupaten dan kota, pusat kesehatan modern di setiap desa, mempercepat mengatasi kekurangan dokter di Indonesia. Kita masih kekurangan 140.000 dokter,” ujarnya saat debat calon presiden. pada hari Minggu. . (04/02/2024).

“Dan ini akan segera kita atasi dengan menambah fakultas kedokteran di Indonesia dari 92. Kita bangun 300 FC, 10 ribu anak pintar akan kita kirim beasiswa ke luar negeri,” lanjutnya.

Pemerintah memprioritaskan beasiswa bagi pelajar yang belajar di bidang kesehatan, sains, teknik, dan teknologi.

“Dengan demikian, kita mengatasi persoalan-persoalan mendasar dalam perjalanan pengentasan kemiskinan,” tutupnya. Saksikan video “Kementerian Kesehatan Ingin UU Pelayanan Kesehatan Diperdebatkan Saat Debat Final Pilpres” (naf/kna)