Mata Sahara Rahasia Tuhan yang hingga Kini Belum Terjawab

Cape Town – Mata Sahara, juga dikenal sebagai Struktur Ratchet, adalah formasi geologi spektakuler yang terletak di Gurun Sahara, Mauritania, Afrika Barat Laut.

Seperti dilansir Science Alert, NASA menggambarkan struktur sepanjang 50 kilometer yang terletak di Mauritania sebagai “target yang jelas di hamparan gurun yang tidak memiliki ciri khas”.

Badan antariksa mengatakan struktur tersebut berguna bagi astronot sejak misi luar angkasa karena pemandangannya yang spektakuler dari luar angkasa.

Banyak teori telah dikemukakan selama bertahun-tahun untuk menjelaskan penampakan yang tidak biasa tersebut, termasuk reruntuhan kota Atlantis yang hilang.

Para pendukung hipotesis aneh ini berpendapat bahwa strukturnya mirip dengan deskripsi Plato tentang Kota Besar.

Namun, kita harus menekankan bahwa klaim ini hanyalah bahan konspirasi, dan tidak ada bukti bahwa Atlantis ada di luar batasan filsafat Yunani.

Penjelasan lain yang masuk akal adalah bahwa Mata Sahara adalah kawah tumbukan besar yang ditinggalkan oleh meteor atau asteroid pada awal pembentukan planet kita. Namun para ahli juga membantahnya.

Sebaliknya, secara luas disepakati bahwa Richt (atau Resort – yang berarti “pilar” dalam dialek lokal) terbentuk ketika kubah vulkanik mengeras dan kemudian memperlihatkan lapisan batuan seperti bawang seiring berjalannya waktu.

Seperti yang dicatat oleh Geology Notes, struktur tersebut diyakini terbentuk karena pengangkatan lapisan batuan, mungkin karena gaya tektonik atau aktivitas magnet.

Daftar Ilmuwan Islam yang Coba Dihilangkan dalam Sejarah Dunia

KAIRO – Para ilmuwan Islam telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun kontribusi mereka sering diabaikan atau diabaikan dalam sejarah dunia, terutama oleh negara-negara Barat.

Ada banyak alasan untuk hal ini. Salah satu alasannya adalah karena sifat negatif sejarah Barat.

Sejarah Barat menyajikan sejarah ilmu pengetahuan sebagai perkembangan linier yang dimulai dari Yunani Kuno hingga meluas ke Eropa.

Menurut Tehran News, hal ini menyebabkan kontribusi para cendekiawan Islam diabaikan atau dikaitkan dengan karya cendekiawan Barat.

Alasan lain mengapa kontribusi ilmuwan Islam diabaikan adalah perang dan kolonialisme. Kedua peristiwa ini memecah belah dunia Islam dan Barat.

Terjadi permusuhan antara kedua belah pihak yang mempengaruhi persepsi Barat terhadap Islam dan ulama Islam. Kolonisasi juga menyebabkan asimilasi budaya dan perampasan kekayaan intelektual dari dunia Islam.

Banyak ilmuwan Islam yang kontribusinya terhadap sejarah dunia diabaikan atau diabaikan adalah:

Filsuf, ilmuwan dan dokter Avicenna (Avicenna) yang hidup pada abad ke-10 dikenal sebagai salah satu nama yang paling berpengaruh dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Karya-karyanya di bidang kedokteran, matematika, astronomi dan filsafat masih dipelajari sampai sekarang.

Al-Khwarizmi, seorang matematikawan dan astronom abad ke-9, disebut sebagai “bapak aljabar” dan “bapak trigonometri”. Karyanya di bidang matematika dan astronomi sangat mempengaruhi perkembangan ilmu pengetahuan di dunia barat.