Perbedaan Panjang Telunjuk dan Kelingking Ungkap Tipe Kepribadian, Kecenderungan Psikopat

Irwangustamanjaya, JAKARTA – Sejumlah peneliti meyakini posisi tangan seseorang bisa memberikan banyak petunjuk tentangnya. Salah satu kekhususan tangan yang paling sering dipelajari adalah perbedaan panjang jari, yang dikenal sebagai rasio 2D:4D.

Secara umum rasio 2D:4D ditentukan berdasarkan perbedaan panjang antara jari telunjuk dan jari manis. Mengutip beberapa penelitian, rasio 2D:4D dapat mencerminkan banyak hal, mulai dari performa atletik, risiko obesitas, hingga kecenderungan psikologis.

Rasio 2D:4D seseorang berhubungan dengan kadar hormon ibu selama kehamilan, menurut Dr. Ben Serpell dari University of England. Rasio 2D:4D biasanya berkembang pada akhir trimester pertama dan juga dipengaruhi oleh paparan testosteron ayah, kata Dr. Serpel.

Seperti diberitakan Mail Online, Selasa (24/6/2016), Dr Sarpol menjelaskan: “Wanita memiliki rasio 2D:4D lebih tinggi dibandingkan pria.”

Jika jari manis jauh lebih panjang dibandingkan jari telunjuk, maka dapat dikatakan memiliki rasio 2D:4D yang rendah. Sebaliknya, seseorang dapat dikatakan memiliki rasio 2D:4D yang tinggi jika jari telunjuknya lebih tinggi dibandingkan jari manis.

Berdasarkan berbagai penelitian, tinggi rendahnya rasio 2D:4D dapat menunjukkan keinginan seseorang untuk sehat dan sukses dalam hidup. Di bawah ini adalah hasil beberapa penelitian mengenai rasio 2D:4D.

Rasio 2D:4D rendah

Laki-laki memiliki rasio 2D:4D yang rendah karena ayah lebih banyak terpapar testosteron. Namun, pria dan wanita dengan rasio 2D:4D yang jauh lebih rendah dari biasanya patut berbangga.

Merujuk pada penelitian yang dilakukan oleh Dr. Serpell, rasio 2D:4D yang sangat rendah merupakan potensi penanda keberhasilan di kalangan pemain rugby, ahli bedah, dan jurnalis politik. Sebab, respons testosteron berkaitan dengan kemampuan menerima dan memproses informasi.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa rasio 2D:4D yang rendah sering dikaitkan dengan parameter kebugaran jasmani. Faktanya, studi yang dilakukan BMC Sports Science, Medicine and Rehabilitation menemukan bahwa semakin panjang jari manis, semakin baik performa atlet dalam hal kekuatan dan kebugaran.

Di sisi lain, rasio 2D:4D yang rendah juga memiliki beberapa kelemahan. Sebuah penelitian terhadap ratusan mahasiswa di Universitas Alberta menemukan bahwa semakin rendah rasio 2D:4D, semakin agresif pria tersebut. Yang tidak mengherankan, rasio 2D:4D yang lebih rendah dikaitkan dengan gangguan kepribadian dan kecenderungan psikopat.

Psikoanalis Dr. SEED Sepehr Hashemian menjelaskan: “Meskipun beberapa karakteristik yang terkait dengan rasio 2D:4D yang rendah mungkin tampak negatif dalam konteks tertentu, karakteristik tersebut mungkin positif dalam konteks lain, seperti situasi kompetitif atau menantang.

Rasio 2D:4D yang tinggi

Rasio 2D:4D yang tinggi menunjukkan rendahnya paparan testosteron dan tinggi paparan estrogen saat individu masih dalam kandungan. Menurut beberapa penelitian, rasio 2D:4D yang tinggi dikaitkan dengan kecenderungan merasakan nyeri. Sebuah studi tahun 2015 menemukan bahwa wanita dengan rasio 2D:4D yang lebih tinggi cenderung mengalami lebih sedikit migrain.

Di sisi lain, sebuah penelitian yang dilakukan di Universitas Lodz menunjukkan bahwa wanita cenderung lebih banyak menimbun lemak ekstra di lengan, kaki, dan paha dibandingkan pria. Berdasarkan temuan tersebut, tim peneliti menyelidiki lebih lanjut rasio 2D:4D para partisipan. Mereka menemukan bahwa rasio 2D:4D yang lebih tinggi dikaitkan dengan kemungkinan lebih tinggi terjadinya obesitas baik pada wanita maupun pria.